| Kabar Jabar | suaraindonesiatv.com | Bahu-Membahu Negeri | News Update Karawang — Duka yang berangkat dari tikungan tajam di Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, kini mengetuk pelan pintu-pintu rumah di Rengasdengklok, Karawang.
Tragedi kecelakaan yang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 itu tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rombongan warga Karawang yang mengalami kecelakaan di jalur Panjalu–Cikijing tersebut menjadi bagian dari kisah pilu yang menyatukan rasa kehilangan, kepedihan, sekaligus kepedulian sosial yang menguat di tengah masyarakat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PKS, Apt. Mumun Maemunah, S.Si., M.Farm., turut merasakan duka tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Saya turut berduka cita atas kecelakaan yang terjadi dengan warga Karawang ini. Semoga korban yang meninggal dunia husnul khatimah,” ungkapnya.
Ia juga mendoakan para korban yang masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan.
“Korban yang terluka semoga segera disembuhkan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” lanjutnya.
Tak hanya menyampaikan pernyataan, Apt. Mumun Maemunah juga hadir langsung di tengah keluarga korban.
Dalam kunjungannya ke salah satu rumah duka di Rengasdengklok, ia melihat secara langsung kondisi keluarga yang tengah berjuang menghadapi kehilangan.
Dalam wawancara pada Kamis (26/3/2026), ia menggambarkan suasana haru yang ditemuinya.
“Tadi habis jenguk salah satu korban, ibunya meninggal dan saudaranya juga. Kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan kondisi korban yang masih dalam perawatan Tradisional dengan cara sederhana di kediaman rumahnya.
“Salah satu tangannya dibalur pakai air beras, iya katanya biar sakit atau pegal-pegalnya sembuh,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh pengurus dan simpatisan PKS serta keluarga korban yang turut berada di lokasi.
“Yang laki-laki dan perempuan di sebelah saya itu dari pengurus dan simpatisan PKS. Ibu yang di belakang itu saudaranya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan informasi terbaru yang diterimanya terkait perkembangan korban lainnya.
“Tadi katanya menyusul ada satu yang meninggal, tadi mau dijemput ke Majalengka,” ungkapnya.
Baginya, musibah ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan, khususnya di jalur-jalur rawan dengan kondisi geografis yang menantang.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memperkuat doa dan kepedulian sosial.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban, serta memperkuat kepedulian di tengah musibah ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak keluarga, terdapat jaminan perawatan bagi korban dari pemerintah.
“Kata keluarga, Pak Gubernur dan Bupati sudah menjamin perawatan rumah sakit untuk keluarga korban sampai selesai melalui BPJS,” ungkapnya meyakini adanya perhatian serius dari kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah provinsi jawa Barat.
Di tengah duka yang masih menyelimuti, kehadiran dan empati menjadi cahaya kecil yang menguatkan.
Tragedi Maniis bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang bagaimana kemanusiaan tetap hidup, hadir, menyapa, dan saling menguatkan di antara luka.
